Khasiat Qur’an – Hadits Ke-20Dari Aisyah r.ha., Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya setiap kaum memiliki kemuliaan yang mereka banggakan. Sesungguhnya kebanggaan bagi umatku dan kemuliaannya adalah Al-Quran.” (Abu Nuaim – Al-Hilyah). Faedah Banyak orang yang membanggakan keturunan, keluarga, dan sebagainya sebagai kebesaran dan kemuliaan mereka. Sedangkan kebanggaan bagi umat ini adalah Al-Quran, yaitu membaca, menghafal, mengajarkan, dan mengamalkannya. Setiap amalannya merupakan sesuatu yang patut dibanggakan. Betapa tidak, Al-Quran adalah kalam Kekasih kita. Al-Quran adalah firman Allah yang di dunia ini tidak ada satu kebesaran pun yang dapat menyamainya. Sedangkan kehebatan dunia, jika tidak sekarang, pada suatu ketika pasti akan binasa juga. Sedangkan kesempurnaan Kalamullah tidak akan binasa selamanya, bahkan apa pun yang dipandang kecil di dalam Al-Quran tetap dapat dibanggakan karena kesempurnaannya seperti keindahan susunan dan paduan kata, penyesuaian kata, hubungan antarkalimat, berita tentang kejadian-kejadian pada masa lalu dan yang akan datang, pernyataannya terhadap tingkah laku manusia yang tidak mungkin bisa dipungkiri, misalnya kisah kaum Yahudi yang menyatakan cintanya kepada Allah tetapi enggan mati. Selain itu, pendengar akan terpesona dan pembacanya tidak akan bosan membacanya. Setiap susunan kata akan menimbulkan rasa cinta. Seindah apa pun surat seseorang yang kita cintai hingga membuat kita mabuk cinta, kita akan bosan setelah membacanya sepuluh kali. Jika tidak, mungkin pada yang kedua puluh atau yang keempat puluh kali. Bagaimanapun juga, ia pasti akan bosan. Sedangkan Al-Quran, jika kita menghafal satu ‘ain, kita tidak akan bosan membacanya, walaupun untuk kedua ratus atau keempat ratus kalinya, bahkan selama hidup kita, kita tidak akan merasa bosan. Jika ada sesuatu yang menghalangi kita, itu hanya bersifat sementara dan pasti akan hilang. Semakin sering membacanyaakan semakin lezat dan nikmat. Begitu hebatnya keistimewaan Al-Quran sehingga seandainya ada perkataan selain Al-Quran yang memiliki satu saja (walaupun tidak seluruhnya) dari keistimewaan tersebut, betapa dibanggakannya. Apalagi jika seluruhnya, tentu akan lebih membanggakan. Sekarang marilah kita memikirkan diri kita, berapa banyakkah di antara kita yang merasa bangga sebagai hafizh Al-Quran, dan berapa banyak di antara kita yang menghormati dan bangga terhadap hafizh Al-Quran? Kita masih merasa bangga dengan gelar dan pangkat yang tinggi, padahal setelah meninggal dunia nanti, semua itu akan kita tinggalkan. Kepada Allahlah kita mengadu. |
Filed under: Keutamaan (Fadhilah) Qur'an